Casual Talk

Digital landscape: innovation and challenges

Digital technologies are rapidly transforming our landscape, requiring various organisations—businesses, government, NGO, etc. — to re-evaluate the skills they need in their organisations. These innovative technologies and sociotechnical practices are reconfiguring society: enabling novel modes of interaction and monitoring, enabling massive data collection, new opportunities for knowledge and jobs, flexibility and disruptive business paradigms. Yet they also bring thorny challenges, (ab)used to invade people’s privacy, provide new tools of discrimination and exploitation, making working hours lasting longer than promised, even “automating inequality”.

How then do we embrace the future as an inclusive improvement over the present in material, social, and plitical terms?

This panel brings a number of people working in digital technologies: Leonika Sari Njoto Boedioetomo (founder of Reblood, blood donation application), Luke Bacon (independent designer and software developer, previously civic hacker at the OpenAustralia Foundation, a mentor in the Outreachy FOSS internship program), Imanzah Hidayat (co-founder and CIO, CoreChain.ID, blockchain-based payment system, partner of MakeDoNia Makerspace and Innovation Hub), and Zani Noviansyah (IT staff of Combine Resource Institute, FOSS advocate, junior sysadmin).

Teknologi digital dengan cepat mengubah lanskap kita, mendorong berbagai organisasi — bisnis, pemerintah, maupun masyarakat sipil — untuk mengevaluasi kembali keterampilan yang mereka butuhkan dalam organisasi mereka. Teknologi inovatif dan praktik sosio-teknologi ini mengubah masyarakat: memungkinkan mode interaksi dan keterhubungan, pengumpulan dan analisis data yang canggih, memberi peluang baru untuk mengakses pengetahuan, pekerjaan, dengan fleksibilitas dan paradigma bisnis yang baru.

Namun di sisi lain, teknologi digital, seperti berbagai teknologi dan alat lainnya, tidaklah netral. Ada banyak tantangan, dan teknologi dapat di(salah)gunakan sebagai alat-alat diskriminasi dan eksploitasi baru, mempermudah penyebaran fake news, pelanggaran privasi dan persekusi, dan bahkan eksploitasi. Bagaimana kemudian kita menciptakan teknologi untuk masa depan yang inklusif, memberi kesejahteraan banyak orang dan bukan hanya segelintir orang?

Panel ini menghadirkan Leonika Sari, pendiri Reblood, aplikasi donor darah, perempuan yang di tahun 2016 terdaftar dalam Forbes 30 under 30 Healthcare & Science; Luke Bacon, seorang desainer dan software developer yang pernah bekerja di Open Australia Foundation, mentor di program Outreachy FOSS internship; Imanzah Nur Hidayat, co-founder dan CIO Corechain.ID, satu sistem pembayaran berbasis blockchain yang saat ini sedang dikembangkan untuk Kantor Pos Indonesia, juga partner di MakeDoNia Makerspace and Innovation Hub; serta Zani Noviansyah (staff Teknologi Informasi Combine Resource Institute, lembaga nirlaba yang fokus pada jaringan informasi dan media berbasis komunitas, dan mengembangkan perangkat lunak open source Sistem Informasi Desa (SID)). Dengan moderator: kathleen azali (PERIN+1S – C2O).