Casual Talk

Redesigning art & design pedagogy

Disiplin ilmu desain (dan juga banyak disiplin ilmu lainnya) banyak diimpor dari benua lain untuk diajarkan di sekolah formal (sekolah tinggi atau universitas) di Indonesia. Di sisi lain, keragaman budaya, bahasa, cara hidup yang ada di Indonesia menawarkan kesempatan untuk diolah & diartikulasikan ke dalam material maupun kosakata dan bahasa desain yang selama ini belum tereksplorasi dari wacana maupun disiplin ilmu desain yang diajarkan secara formal tersebut. Banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan untuk mengadaptasi, menginterpretasi ulang maupun mengapropriasi konsep-konsep universal dari tata cara berpikir desain dalam konteks lokal.

Para pembicara dipilih utamanya karena inisiatif yang berkaitan dengan proses belajar dan ilmu pengajaran (pedagogi) dengan kaitan di bidang seni dan desain serta pemahaman akan konteks lokal. Angga Wijaya dari Serrum pernah mengerjakan projek Kurikulab Masuk Desa, Yoshi Fajar dari Studio Ugahari merupakan pengelola Yogyakarta Kampung Field School dan Sekolah Budaya mBrosot, Leonhard Bartholomeus dari Ruangrupa banyak terlibat dalam Institut Ruangrupa, Syafiatudina saat ini sedang menjalankan Sekolah Salah Didik dari Kunci Cultural Studies Center serta Alexandra Crosby yang pernah mengerjakan Valuing Student Voices Project, menggabungkan future studies, design thinking dan human-centred design.

Penanggap oleh Ellya Zulaikha, dosen senior dari ITS yang selama lebih dari 10 tahun terakhir mendampingi pengrajin di pedesaan dengan mengembangkan metode desain yang partisipatoris bersama mereka, dengan moderator Ari Kurniawan.

Beberapa yang bisa dibahas:

1. Bagaimana upaya masing-masing untuk mengkontekskan metode & materi ajar dengan situasi & kondisi di lapangan?
2. Bagaimana upaya untuk eksplorasi metode pengajaran masing-masing?
3. Bagaimana upaya masing-masing melihat secara kritis ilmu pengajaran itu sendiri?
4. Apa tantangannya?apa yang berhasil & tidak berhasil?Apa yang bisa dipelajari?

Ilustrasi dari Public Domain Review: Jean-Marc Côté dan berbagai seniman yang diterbitkan di Prancis pada tahun 1899, 1900, 1901 dan 1910. Awalnya dalam bentuk kartu yang dimasukkan dalam kotak rokok, dan kemudian, sebagai kartu pos, menggambarkan bagaimana dunia dibayangkan di tahun 2000.