Casual Talk

South East & Asian

Jumat, 11 Mei 2018, pk. 11.30 – 13.00
di C2O library & collabtive, Jl. Dr. Cipto 22 Surabaya
Map & direction: https://c2o-library.net/locate/

Pada saat regionalisasi (dan nasionalisme) menghasilkan banyak tantangan dan kompleksitas moral bagi masyarakat, judul South East & Asia dimaksudkan sebagai provokasi, disodorkan saat kita bergumul dengan gagasan dan historisisasi mengenai negara Selatan, Timur, Asia, dan Asia Tenggara — yang seringkali membuat tidak nyaman. Ini adalah istilah-istilah yang “berat”, yang sering dipahami sebagai sarat makna, baik karena kecairan perbatasan geografis, negara, dan (de) politisasi. Pada saat yang sama, ketegangan dan kecemasan yang dihasilkan oleh istilah-istilah ini juga dapat digunakan secara produktif dan dipelajari sebagai pegangan, sebagai objek dari imajinasi, penyelidikan dan metode penelitian yang terbuka. Sebagai proses relativisasi, tidak hanya untuk memahami berbagai belahan dunia, tetapi juga untuk memungkinkan pemahaman baru tentang diri sendiri. Meskipun tidak mencakup segalanya, dalam panel ini, kita akan membahas berbagai praktik inter-referencing lintas Selatan, Timur, dan Asia, serta kemungkinan memperbanyak sumber bacaan untuk mengubah subjektivitas kita.

Menampilkan Ezrena Marwan, pendiri Malaysia Design Archive dan co-founder Sejarah Wanita; Grace Samboh dari Hyphen, diskusi forum kelompok tertutup yang berusaha menyatukan sejarah seni Indonesia yang terpecah-pecah; Yunjoo Kwak yang saat ini sedang mengerjakan penelitiannya tentang koneksi angkatan laut antara Korea dan Surabaya; dan Felix Ng dari Anonymous, yang menggelar A Design Film Festival, Bracket, dan FoodCine.ma.

Friday, 11 May 2018, 11.30 – 13.00
C2O library & collabtive, Jl. Dr. Cipto 22 Surabaya
Map & direction: https://c2o-library.net/locate/

At a time when regionalization produces many challenges and moral complexities for society, the title South East & Asian is intended as a provocation, proffered as we grapple with the — often discomfiting — notions and historicisation of South, East, Asian, and Southeast Asian. These are loaded terms often understood as especially fraught, whether for its geographical boundaries, borders, and (de)politicisation, among others. At the same time, the tension and anxiety generated by these terms can also be productively used and studied as registers, as objects of open-ended imagination, inquiry and research methods. As a process of relativisation, not only to understand different parts of the world, but also to enable a renewed understanding of the self. While making no pretense of encompassing everything, in this panel, we will be discussing various practices of inter-referencing across South, East, and Asian, the possibilities of multiplying sources of reading to transform our subjectivities.

Featuring Ezrena Marwan, founder of Malaysia Design Archive and co-founder of Sejarah Wanita; Grace Samboh of Hyphen, a closed-group forum discussion which seeks to piece together fragmented Indonesian art history; Yunjoo Kwak who is currently working on her research on the naval connection between Korea and Surabaya; and Felix Ng from Anonymous, creators of A Design Film Festival, Bracket, and FoodCine.ma.